IZANAGI – Sayonara (Aku Me-Milikimu)

Lirik: ARUKA

Musik: ARUKA

*****************************************************************************************

Bila esok hari akan tiba, jangan lagi kau harap aku disini, untuk menemanimu kembali

Bila esok matahari ada, jangan lagi kau harap aku disini, untuk menemanimu kembali

 

Bridge

Ingatlah diriku…

Ingatlah aku disini…

 

REFF

Nantikan aku memilikimu

Ingatlah engkau hanya milikku

Tetapkan bila tiada yang lain

Aku kan datang tanpa kau tau…

 

Bila esok hari akan tiba, jangan lagi kau harap aku disini, untuk menemanimu kembali..

 

Back to BRIDGE, REFF 2x, Lead…

REFF 3x

Namun bila tak bisa lagi kau menunggu izinkan ku memelukmu

Namun hanya untuk yang terakhir, aku kan pergi tanpa kau tau…

Coda….



download lagu iZanagi:

http://www.4shared.com/audio/0110oWv_/Izanagi_-_sayonara.html

Malaysia Try to Stole our Island (again!)

Living in a neighbourhood, is a fun thing. We can share food with our neighbour , or just do some chat in the evening with them after work.Seems so nice indeed . But that’s doesn’t mean that we must share our husband or boyfriend with them right ? OR they can wear our clothes , right???

This is what happen here . Our neighbour country seems want to occupying our sources…AND our CULTURES….BATIK….REOG PONOROGO…O…O…that’s a big NO!!!
let’s see what happen in 2008.
Possession is nine-tenths of the law. That was the important lesson learned when the International Court of Justice found Malaysia’s claim over the Sipadan and Ligitan Islands more credible than Indonesia’s.

Though the country still has territorial claims to over 17,500 islands, this high-profile loss was a very bitter pill, and the effects still linger today. It is encouraging that the government has not forgotten this lesson by recognizing that the country’s first line of defense in securing dozens of outer islands is not the Indonesian Military (TNI), but migration and development.

Based on official records from the Home Ministry there are officially 17,504 islands spread across the Indonesian archipelago. This data represents a net loss of four islands since 2002 — two islands to Malaysia (Sipadan and Ligitan), and two to Timor Leste (Kambing and Yako Islands).

If the present government remains oblivious and approaches the issue with the same imprudence as its successors, the consequence may be more than the loss of relatively insignificant islands.

There are 88 islets straddling borders that Indonesia shares with 10 countries — Australia, India, Malaysia, Palau, Papua New Guinea, the Philippines, Singapore, Thailand, Timor Leste and Vietnam.

Only half of those 88 are inhabited.

Though Navy patrols and history may be on Indonesia’s side, ultimately it is the level of “”investment”” put into these islands that will be the determinant of ownership. Neighbors, though they are friends, cannot be entirely trusted.

It is encouraging that President Susilo Bambang Yudhoyono emphasized a commitment to populate these islands through a transmigration program, which began three years ago and is not supposed to copy the programs of former administrations, but alas this seems to have been largely neglected.

The President himself last month committed Rp 900 billion (US$94.7 billion) to a special fund for a major development drive for outer islands in border areas.

Though these islands are small (0.02 to 200 square kilometers), their possession guarantees rights to the maritime resources in the exclusive economic zone. Furthermore, further losses of islands threatens to redraw Indonesia’s archipelagic territorial borders.

More important for Yudhoyono is that it would be a political bombshell if his administration was even perceived to be less than assertive in ensuring territorial integrity. This was the reason he flatly rejected, during a meeting with Prime Minister Abdullah Badawi last month, the PM’s offer to jointly develop the Ambalat area, which Malaysia claimed shortly after the ICJ verdict.

Apart from uninhabited outer islands, time is running out in naming over 9,000 unnamed islands. Based on the United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) it is required to properly register these islands.

An UNCLOS conference is due to be held in 2009, which serves as a deadline for Indonesia to register these islands. A special inter-departmental team was established in 2004, however it is questionable whether they can thoroughly complete this daunting task.

Another avenue being pursued that may come to fruition is through diplomatic/security treaties to ensure the overall territorial integrity of the republic.

Diplomats are putting the final touches on a security agreement with Australia, which guarantees that it respects Indonesia’s territorial expanse and rejects secessionist movements.

Diplomatic rhetoric may change with time, but at the very least, there is a de jure insurance on paper that will help settle fears of breakaway movements in the eastern part of the archipelago.

Indonesia is like a lush unkept backyard. We take no notice of it until our neighbor’s kids start climbing the fence to pick the ripened fruit.

When it is too late and the trees are all bare, then we get angry and start paying attention.

SO , THE GOVERNMENT MUST PAY ATTENTION ABOUT IT…IF DON’T WANT LOOSE OUR ISLANDS AGAIN…

Breaking News Lucu!

Saat kita tegang dalam suasana teroris yang menghajar hotel di Mega Kuningan, sampai kepada drama penyergapan sekian belas jam yang ditayangkan berbagai televisi, bertebaran tutur kata lewat sms yang mengundang gelak tawa. Apalagi kalau bukan Noordin M Top yang menjadi topik utamanya. Coba kita sama-sama simak kreatifitas orang Indonesia : ***

Ciri-ciri kematian Noordin M Top , apabila berdasarkan prinsip primbon dari namanya yang sebenarnya, seharusnya ia mati di atas rumah. Kalau mati di kamar mandi = Noordin M Pup. Kalau mati di kali = Noordin M Pang. Kalau mati di tempat clubbing – Noordin M Club atau Noordin M bassy. Kalau mati di Taman Lawang = Noordi M beeeeeerrrrr…!! ***

Breaking News : diduga kuat abang dan adik dari Noordin M Top akan balas dendam, yakni adiknya yang bernama Noordin S Top dan kedua abangnya, Noordin L Top dan Nurdin XL Top.. *** Mbah Surip sedang bernyanyi riang di ‘dunia sana’, menyambut WS Rendra sambil menggendong-gendong sahabatnya yang asyik pula berpuisi. Tiba-tiba bergabunglah Noordin M Top sambil membawa bom 600 kg…. jeddddeeeeerrrrr….. dor..dor…..!! Bubarlah acara..!! ***

Keluarga Noordin memang sejak dulu sangat enerjik dalam banyak hal karena sejak kecil sudah dicekoki oli Top One……., jadi, harap maklumlah..!!


^_^”

“Sepak Terjang” Noordin M. Top

NMTTim polisi antiteror sebenarnya sudah pernah demikian dekat dengan buronan teroris Noordin M Top (40) tiga tahun lalu. Ketika itu, Sabtu, 29 April 2006 di Desa Binangun, Wonosobo, Jawa Tengah, polisi baku tembak sejak dini hari sekitar dua jam. Namun, warga negara Malaysia kelahiran Kluang Johor, Malaysia, 11 Agustus 1968 itu berhasil lolos dengan luka tembak di kakinya.

Sementara itu, dua teroris rekan Noordin yang tewas dalam penyerbuan di Wonosobo adalah Gempur Budi Angkoro alias Jabir dan Baharudin Soleh alias Abdul Hadi. Noordin diyakini polisi merupakan orang yang paling bertanggung jawab di balik empat peristiwa pengeboman di Indonesia, yakni Hotel JW Marriott di Jakarta tahun 2003, Kedutaan Besar Australia di Kuningan-Jakarta tahun 2004, tiga restoran di Denpasar-Bali tahun 2005, dan dua hotel di kawasan Mega Kuningan Jakarta, yakni JW Marriott dan The Ritz-Carlton pada 17 Juli 2009.

Noordin—lulusan Universiti Teknologi Malaysia—selama ini menjalankan aksinya dengan memanfaatkan orang dari organisasi Al Jamaah Al Islamiyah atau Jemaah Islamiyah (JI). Noordin sendiri menganggap dirinya sebagai pemimpin sayap militer JI. Namun, banyak dari anggota JI memandang kelompok Noordin sebagai kelompok sempalan JI. Diperkirakan sejak tahun 2003, Noordin dan kelompoknya merencanakan dan menjalankan aksinya sendiri.

Sejak sekitar tahun 2004, bahkan Noordin kerap merekrut orang-orang muda dari organisasi lain ataupun yang tak berpayung dalam suatu organisasi.

Saat bersekolah mengambil gelar sarjana S-1 di Universiti Teknologi Malaysia, sekitar tahun 1995, Noordin mulai kerap bersinggungan dengan pondok pesantren Luqmanul Hakiem, yang tak jauh dari kampusnya. Ponpes ini merupakan salah satu sekolah jaringan JI di Malaysia. Belakangan, Noordin menjadi kepala sekolah di ponpes itu hingga tahun 2001. Ketika Malaysia intensif memberangus jaringan JI, ponpes itu pun berhenti beroperasi tahun 2002.

Lari ke Indonesia

Noordin kemudian melarikan diri ke Indonesia, yakni ke Riau, Sumatera, sekitar awal tahun 2002. Dari Riau, Noordin pindah ke Bukittinggi, Sumatra Barat. Kemudian, pada Januari 2003, Noordin, Rais, dan Azhari Husin (warga negara Malaysia, sudah tewas) pindah ke Bengkulu. Di Bengkulu inilah, Noordin mulai terlecut ide untuk menggelar aksi pengeboman spektakuler, yang lalu berujung pada sasaran JW Marriott pada 5 Agustus 2003.

Noordin juga kerap mengklaim dirinya sebagai Al Qaeda untuk kepulauan Melayu. Bahkan, dia sempat memakai nama samaran Aiman yang merujuk kepada salah satu petinggi Al Qaeda, yakni Aiman Zawaheri.

Dalam pengeboman JW Marriott 2003 itu, Noordin dan Azhari menggunakan sejumlah anggota JI yang berbasis di Sumatera—yang juga terkait dengan sekolah Luqmanul Hakiem di Malaysia.

Pascapengeboman Marriott, Noordin berpindah-pindah tempat. Akhir tahun 2003, Noordin dan Azhari sempat bersembunyi di Bandung, Jawa Barat. Kemudian pindah ke Solo, Surabaya, Blitar, Pasuruhan, Jawa Timur. Selama pelarian ini, Noordin se menikah dengan Munfiatun (istri kedua) sekitar Mei 2004. Saat dalam pelarian itu, Noordin dan Azhari juga merencanakan proyek pengeboman selanjutnya, yang lalu menyasar Kedubes Australia di Jakarta pada 9 September 2004.

Pascapeledakan Kedubes Australia, Noordin kembali berpindah-pindah persembunyian, di antaranya Solo (Laweyan), Pacet (Mojokerto), Indramayu (Jaw Barat), Pekalongan, Semarang. Selama masa pelarian itu Noordin dan Azhari menyiapkan proyek peledakan bom selanjutnya, yakni Bom Bali II. Saat peledakan itu, Noordin diduga tetap berada di Semarang.

Kemudian, pasca-Bom Bali II pada 1 Oktober 2005 dan operasi di Batu (Jawa Timur) yang menewaskan Azhari pada 9 November 2005, Noordin sempat bersembunyi di Solo, Rengasdengklok, dan Krawang (Jawa Barat), Surabaya, Wonosobo (Jawa Tengah). Sampai akhirnya polisi menyerbu di Desa Binangun (Wonosobo) 29 April 2006, Noordin lolos.

Setahun terakhir, jejak Noordin tercium di Cilacap, Jawa Tengah, dan menikahi Arina Rahmah gadis setempat, lalu di Kuningan (Jawa Barat) sebelum peledakan 17 Juli 2009. Noordin juga diduga singgah di Perumahan Puri Nusapala, Jatiasih, Bekasi, pascapeledakan.

Namun, apakah mayat Mr X hasil penyerbuan polisi selama 17 jam di Temanggung, Jawa Tengah, adalah Noordin? Lebih baik menunggu bukti ilmiah yang mengungkapnya.

Solar eclipse shrouds Asia longest in 21st Century

TOKYO, Japan – Millions of Asians turned their eyes skyward Wednesday for the longest solar eclipse of this century, a rare event that caused a fatal stampede of viewers on the Ganges River in India.

Millions of others — seeing the eclipse as a bad omen — shuttered themselves indoors. The daytime darkness prompted fireworks displays in China and sent bewildered cows to their feeding troughs for dinner on a remote Japanese island. Starting off in India just after dawn, the eclipse was visible across a wide swath of the Asian continent before moving over southern Japan and then off into the Pacific Ocean.

The eclipse is the longest since July 11, 1991, when a total eclipse lasting 6 minutes, 53 seconds was visible from Hawaii to South America. There will not be a longer eclipse than Wednesday’s until 2132. The celestial event was met by a mixture of awe, excitement and fear. Cloudy skies and rain damped the show in many areas, but villagers in the town of Varanasi, on the banks of the Ganges in India, got one of the best views.

gerhana-matahari

Thousands of Hindus took to the waters to cleanse their sins. The eclipse was seen there for 3 minutes and 48 seconds. The gathering was marred when a 65-year-old woman was killed and six people injured in a stampede at one of the river’s banks where about 2,500 people had gathered, said police spokesman Surendra Srivastava. He said it is not clear how the stampede started. Others in India, though, were gripped by fear and refused to come outdoors. In Hindu mythology, an eclipse is caused when a dragon-demon swallows the sun, while another myth is that sun rays during an eclipse can harm unborn children. “My mother and aunts have called and told me stay in a darkened room with the curtains closed, lie in bed and chant prayers,” Krati Jain, 24, who is expecting her first child, said in New Delhi.

Clouds obscured the sun when the eclipse began. But they parted in several Indian cities minutes before the total eclipse took place at 6:24 a.m. (0054 GMT; 8:54 p.m. EDT). On the tiny Japanese island of Akuseki, where the total eclipse lasted 6 minutes and 25 seconds, more than 200 tourists had to take shelter inside a school gymnasium due to a tornado warning. But when the sky started to darken, everyone rushed out to the schoolyard, cheering and applauding, said island official Seiichiro Fukumitsu. “The sky turned dark like in the dead of the night. The air turned cooler and cicadas stopped singing. Everything was so exciting and moving,” Fukumitsu said. Some villagers reported that their cows gathered at a feeding station, apparently mistaking the eclipse as a signal that it was dinner time, he said. “It was rather mysterious,” he said. “It must have been a frightening experience for people hundreds of years ago.” Jubilant eclipse watchers in China set off fireworks near the banks of the Qiantang River in coastal Zheijiang province as skies darkened overhead for about six minutes.

Visitors from countries including Britain, Germany and Australia joined curious Chinese onlookers. Heavy clouds blocked the full eclipse but watchers saw a partial one. The river bank in Yanguan village drew an exceptional number of watchers because it was also the site of the world’s largest tidal bore, a phenomenon triggered by the eclipse where a giant tidal wave runs against the river’s currents. In Beijing, a thick blanket of grayish smog blotted out the sky. In coastal Shanghai, eclipse watchers were disappointed by a light drizzle in the morning. As the sky darkened fully for about five minutes, however, watchers became excited. Holding a big green umbrella and wearing special glasses, Song Chunyun was prepared to celebrate the occasion in a new white dress. “Although the rain came, I don’t want to screw up the mood. I want to enjoy the special day,” she said before dancing and singing in the rain with her two sisters.

At a Buddhist temple in the Thai capital Bangkok, dozens of monks led a mass prayer at a Buddhist temple to ward off evil. “The eclipse is bad omen for the country,” said Pinyo Pongjaroen, a prominent astrologer. “We are praying to boost the fortune of the country.” Bangladeshis also came out in droves. “It’s a rare moment, I never thought I would see this in my life,” said Abdullah Sayeed, a college student who traveled to Panchagarh town from the capital, Dhaka. He said cars in the town needed to use headlights as “night darkness has fallen suddenly.” People hugged each other and some blew whistles when the eclipse began. Total eclipses are caused when the moon moves directly between the sun and the earth, covering it completely to cast a shadow on earth.

Cegah Pikun dengan Secangkir Kopi Setiap Hari

kopi1-1Kopi tak hanya bisa bermanfaat untuk mencegah kantuk. Sebuah penelitian membuktikan, kebiasaan meneguk secangkir kopi setiap hari dapat mencegah kepikunan.

Kafein yang terkandung dalam kopi dapat memperbaiki kelainan otak penyebab penyakit alzheimer atau yang lebih dikenal dengan istilah pikun.

Biasanya alzheimer diderita oleh para manula, maka obat-obat yang dipilih pun tak boleh terlalu keras. Oleh karena itu, kafein dianggap zat yang paling aman untuk dikonsumsi oleh para manula.

Menurut penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, kafein mudah diserap otak dan membetulkan area yang rusak di otak.

Penyebab utama alzheimer adalah penyumbatan suatu protein di otak. Kafein dapat mengencerkan protein yang menyumbat tadi. Sehingga Alzheimer dapat dicegah.

Namun terlalu banyak kafein juga akan berpengaruh pada detak jantung Anda. Sehingga para ahli menganjurkan untuk meneguk satu cangkir kopi hitam setiap hari dan tidak lebih.

Tahukah Anda…?

Berikut ini ada beberapa FAKTA yang perlu anda ketahui:

1. Mengapa ‘wajah’ Planet Merkurius terlihat bopeng-bopeng?

merkuriusTahukah anda kalau satu hari di planet merkurius = dua kali lebih lama daripada satu tahunnya. Hal ini disebabkan karena Merkurius berotasi sangat lambat, tapi berevolusi mengelilingi matahari sangat cepat!

fakta lainnya, lapisan atmosfer merkurius sangat tipis sehingga banyak benda langityang sering menabraknya. maka itulah permukaannya menjadi bopeng-bopeng.

 

 

 

 

2. Laba-laba tidak memiliki mulut dan gigi

            laba-labaKalau ditanya, binatang apa yang tidak memiliki mulut dan gigi, maka Laba-laba lah jawabannya. Lantas bagaimana laba-laba memakan-makanannya? Sebagai ganti mulut dan giginya, laba-laba memiliki alat penghisap untuk menyedot cairan tubuh mangsanya.

 

  

  

 

3. Seorang tukang Pos yang memiliki kastil

            Dalam benak anda, pernahakah anda membayangkan untuk menjadi seorang tukang pos? pernahkah anda membayangkan untuk membangun sebuah kastil?

postman

Ferdinand Chevel adalah tukang pos asala Perancis yang menghabiskan waktu selama 33 tahun untuk membangn “Ideal Palace”, nama kastilnya tersebut. Bagaimana ia membangun kastil tersebut?

            Setiap harinya pada saat mengantar atau usai bertugas mengantar surat-surat, ia mengambil batu dan juga kerikil-kerikil yang ada dijalanan lalu ia masukkan kedalam saku atau keranjang, dan saat malam tiba, ia mulai bekerja membangun kastilnya dengan hanya menggunakan lampu minyak. Tentu saja apa yang ia lakukan ini mengundang banyak tanda tanya oleh masyarakat yang mengetahui aktivitasnya tersebut, dan tak jarang pula sang pak pos tersebut dianggap orang gila . dan ternyat, waktu 33 tahun tak berakhir sia-sia bagi sang pak pos untuk membangun sebuah kastil!

 

 

4. Asal-usul nama Pakistan

            Begitu mendengar kata ini, mungkin yang terbayang adalah aksi bintang-bintang  Bollywood. Tapi tahukah andaasal-usul dari nama Pakistan tersebut?

pakistan

Pakistan merupakan gabungan dari 5 nama kota yang menggabungkan diri pada tahuin 1933. Kelima kota tersebut adalah: Punjab, Afghan, Kashmir, Sind dan terakhir adalah Tan.

 

 

 

5. Nama Asli Los Angles

            Pernahkan anda mendengar nama kota Loas Angels yang sebenarnya?

Simak: El Pueblo de Nuestra Senora la Reina de Los Angels del Rio Porciuncula.

Waaw…panjang sekali ya? Ada yang bias melafalkannya secara tepat dan tepat??? ^_^

Los-Angeles