MASUK PTN SEMAKIN SULIT !

SNMPTNSeleksi Nasional Masuk perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) merupakan satu-satunya pola seleksi yang dilaksanakan secara bersama oleh seluruh perguruan Tinggi Negeri (PTN) dalam suatu sistem yang terpadu dengan menggunakan soal yang sama atau setara yang dilaksanakan secara serentak.

Tahun ini (2009), ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri, apapun namanya sekarang, akan terlihat sangat berbeda dari sistem penerimaan mahasiswa sebelumnya.

SNMPTN 2008 dengan SNMPTN 2009 jelas sangat berbeda, apanya?

Bedanya tentu karena metode pengujiannya lebih ketat lagi dibandingkan sebelumnya.

Seleksi kali ini, menurut banyak calon mahasiswa, akan lebih rumit lagi, karena selain ada Tes Bidang Studi Prediktif (TBSP) yang meliputi Tes bidang Studi Dasar (Matematika Dasar, Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris), tes Bidang Studi IPA (Matematika, Biologi, Kimia, Fisika) dab tes Bidang Studi IPS (Geografi, ekonomi, Sejarah dan Sosiologi).

Ada juga tes lainnya, yakni Tes Potensi Akademik (TPA), yang bobotnya menjadi 60% jika digabung dengan tes TBSP. Sementara tes lainnya, yakni tes uji keterampilan untuk beberapa program studi, misalnya prodi (program studi) keolahragaan, Kesenian dan Pendidikan, bobotnya 40%.

Tes TPA dimaksud untuk mengukur kemampuan komunikasi, nalar dan hitung calon mahasiswa. Dalam tes ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas mahasiswa yang terjaring dan mengurangi tingkat Drop-Out (DO).

Selama ini, hanya ada tes kognitif untuk mengukur tingkat pengetahuan, sementara ketiga kemampuan komunikasi, nalar dan hitung, belum terukur!

TPA murni untuk mengukur kemampuan mahasiswa baru, ini tidak bisa dipelajari rumus cepatnya. TPA juga disiapkan sebagai alat ukur yang kredibel, termasuk untuk calon mahasiswa yang masuk melalui ujian saringan masukmandiri atau biasa dikenal dengan jalur khusus.

sat-exam

Menurut hemat kita, tes TPA memang perlu dilakukan mengingat pengalaman sebelumnya, selama 5 tahun, angka DO mahhasiswa baru lewat seleksi SNMPTN, setiap tahun 2% atau menjadi rata-rata 10% dalam kurun waktu 5 tahun. Sementara itu, angka DO mahasiswa jalur khusus, pada tahun pertama sekitar 3%, karena ujian lebih dikonsentrasikan kepada psikotes, bukan akademik.

Ini perlu dilakukan sejak dini agar calon mahasiswa benar-benar belajar dan tidak hanya bergantung pada NASIB saja, apakah lulus atau tidak lulus, tetapi kemauan nalarnya sebagai seorang mahasiswa harus juga dilatih sejak dini dan dimiliki oleh mahasiswa baru.

Namun harus disadari, jatah kursi mahasiswa baru pasti jauh lebih kecil disbanding jumlah pelamar. Karena itu, kita berharap calon mahasiswa baru dapat menerima hasil apapun sesuai kemampuan. Masih ada Perguruan Tinggi Swasta yang dapat menampung calon mahasiswa yang gagal dalam SNMPTN.

Begitupun, kita berharap persaingan merebut jatah kursi PTN yang sedikit tidak boleh dimanfaatkan untuk kepentingan “oknum” tertentu yang menjadi calo kelulusan mahasiswa ke PTN. Sikap ini tidak akan mendidik masyarakat, khususnya para anak didik, karena kalau bisa lulus lewat jalur tidak resmi, tentunya, siswa-siswa yang benar-benar pintar tidak mendapat kesempatan masuk PTN yang lulusannya lebih memeiliki integritas dalam masyarakat.

Kita berharap, Dinas Pendidikan setempat, pihak aparat kepolisian ikut mengawasi pelaksanaan SNMPTN agar berlangsung lebih tertib dan nyaman. Bukan tidak mungkin ada upaya-upaya pihak tertentu yang ingin mengacaukan jalannya seleksi (baca: SNMPTN), hal ini juga harus diantisipasi!

Bagi mahasiswa yang belum berhasil, kita mengharapkan juga jiwa besarnya, karena, gagal di SNMPTN bukan berarti akhir dari segalanya, pepatah mengatakan, “Kegagalan itu merupakan keberhasilan yang tertunda” ^_^

PENGUMUMAN

Seilahkan saja terus berusaha, berjuand dan berdoa, mana tahu akan lebih berhasil lagi pada kesempatan yang lain. Ini semua tentunya demi keamanan dan ketertiban pelaksanaan dan penyelenggaraan pendidikan di negara kita. TETAP SEMANGAT DALAM MENGIKUTI SNMPTN UNTUK DUDUK DI PTN FAVORITMU DI TAHUN INI DAN SELANJUTNYA, SEMOGA BERHASIL !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: