Alasan SBYmemilih BOEDIONO

Apa Alasan SBY memilih Boediono sebagai Cawapresnya ?

Terlepas dari segala macam persepsi dan gonjang ganjing partai politik di Indonesia saat ini terutama soal Capres dan Cawapres Indonesia untuk lima tahun kedepan, saya ingin menyoroti mengapa SBY akhirnya menjatuhkan Cawapresnya kepada Boediono.

ada beberapa faktor yang menurut saya mengapa SBY memilih BOEDIONO :

1. Faktor Percaya Diri SBY yang tinggi

Mengapa saya katakan percaya diri SBY tinggi ?

Ini berkaitan dengan Kapasitas Pribadi SBY VS Parpol yang berkoalisi dengan Partai Demokrat. SBY mengenyampingkan cawapres dari kalangan Parpol yang telah mendekatkan diri dan ingin berkoalisi dengan Partai Demokrat. Saya melihat SBY telah mengukur kapasitas dan elektabilitas dirinya pasca pemilu legislatif 9 April yang lalu, kita tentunya tidak bisa menutup mata dan harus mengakui keberhasilan besar Partai Demokrat meraih 20 % lebih suara tidak terlepas dari Faktor SBY, dan apa yang kita kenal dengan istilah Tsunami SBY.

Dengan kondisi demikian, SBY melihat siapapun wakilnya yang akan disandingkan, Beliau telah berkeyakinan akan tetap bisa melaju ke singgasana Istana untuk keduakalinya, walaupun resistensi dan penolakan akan timbul sekalipun dari para partai yang akan berkoalisi dengan demokrat.

2. Faktor SBY ingin melepaskan diri dari campur tangan partai politik dalam memimpin pemerintahan

Dengan diambilnya kalangan nonpartai sebagai cawapres SBY, kita menyaksikan banyaknya tanggapan dari kalangan pengurus partai demokrat di media massa yang memberikan alasan, bahwa mengenai cawapres SBY, partai demokrat menyerahkan sepenuhnya kepada SBY untuk menentukannya dan ini sekaligus adalah untuk memperkuat sistem presidential sebagai sistem ketatanegaraan kita.

Dari pernyataan berbagai kalangan pengurus demokrat tersebut, dapat disikapi, sebenarnya ini menunjukkan bahwa SBY dalam kepemimpinannya lima tahun kedepan tidak ingin terlalu banyak campur tangan dari pihak lain terutama dari pihak parpol yang berkoalisi untuk mempengaruhi keleluasaan dalam membuat kebijakan dan mencampuri aksestabilitas SBY dalam memimpin kekuasaan negara dan pemerintah Indonesia.

3. Gaya kepemimpinan SBY

Gaya kepemimpinan SBY yang berlatar belakang militer yang mengedepankan sistem komando dan formalistik. Walaupun SBY telah lama menyesuaikan diri dengan kepemimpinan sipil yang egaliter dan demokratis tetapi tentunya budaya militer sebagai dasar pembentukan karakter kepemimpinan SBY tidak bisa hilang begitu saja. Hal ini dapat kita lihat beberapa contoh kasus gaya kepemimpinan militeristik SBY yang masih melekat, seperti beberapakali memarahi menterinya di depan umum. Kemudian beberapa kasus disharmonisasi SBY dengan JK yang terjadi karena kasus yang tidak substansial misalnya masalah protokoler, kinerja JK yang dianggap melewati kewenangannya, dsb.

Semua itu muaranya adalah masalah karakter, dan gaya kepemipinan seseorang, sehingga SBY banyak dianggap oleh beberapa kalangan sebagai antikritik dan mewarisi semangat feodalisme.

Apakah faktor gaya kepemimpinan ini menjadi salah satu alasan SBY memilih Boediono yang kalem, mungkin saja bisa jadi.

4. Psikologi kepemimpinan SBY

Kita menyaksikan selama empat setengah tahun duet SBY-JK belakangan ini banyak sekali isu yang beredar tentang ketidakharmonisan SBY dengan JK, ketidakharmonisan ini tentunya muncul akibat kekuatan yang dimiliki oleh JK yang secara struktural memiliki kekuatan di parlemen lewat partai Golkar dan JK yang sekaligus sebagai Ketua Umum Partai Golkar, kemudian ditambah pribadi dan gaya kepemimpinan JK sendiri yang lugas dan cepat dalam mengambil keputusan (bisa jadi warisan kepemimpinan saudagar) sehingga JK sebagai penyeimbang kekurangan SBY memunculkan kesan adanya kepemimpinan ganda bahkan JK oleh beberapa tokoh dilabeli dengan “The Real Presiden”. Tentunya untuk lima tahun kedepan SBY tidak ingin pengalaman pada periode pertama kepemimpinannya terulang kembali, sehingga SBY mengambil wakilnya yang akan diprediksikan sesuai dengan karakter dan gaya kepemimpinan SBY seperti presentasi Boediono yang akan dapat memberikan rasa nyaman dalam bekerja dan mententramkan psikologis kepemimpinan SBY.

5. Budaya politik SBY yang berlatar belakang budaya Jawa.

Kajian budaya politik yang berkembang di Indonesia, secara garis besarnya dipengaruhi oleh dua aliran budaya politik yakni budaya politik pesisir dan budaya politik pedalaman yang keduanya memiliki perbedaan yang sangat tajam. Budaya politik pesisir diwakili oleh daerah daerah yang berada diluar jawa yang memiliki karakteristik demokratis dan egaliter, sedangkan budaya politik pedalaman yang dipresentasikan oleh daerah Jawa memiliki karakteristik hierarkis dan elitis.

Dari pengaruh dua budaya politik yang sangat kontras ini, maka tidaklah heran jika perjalanan sejarah kepemimpinan bangsa sering terjadi Disharmonis terutama jika terjadi kombinasi antara dua budaya politik tadi, seperti Soekarno-Hatta yang juga pecah ditengah jalan, untuk fenomena pengalaman SBY – JK selama ini, bisa jadi faktor budaya politik ini menjadikan alasan SBY untuk menggandeng Boediono yang juga berasal dari daerah Jawa Timur sebagai pendampingnya.

6. Faktor Objektif

5 faktor diatas mungkin dapat dianggap sebagai faktor Subjektifitas, faktor objektifnya, saya melihat Boediono yang merupakan ahli ekonomi dan kinerjanya selama ini dianggap cukup mampu dan berhasil membawa ekonomi Indonesia terhindar dari krisis Global, akan dianggap mampu untuk menggantikan peran Jusuf Kalla yang dianggap oleh berbagai kalangan selama ini banyak memberikan kontribusi positif bagi ekonomi bangsa.

Karena duet SBY – JK selama ini sering dianggap sebagai kombinasi ideal dalam tataran pembangunan Indonesia yang saling melengkapi kekurangan yang ada diantara keduanya, seperti, SBY mepresentasikan menjaga persatuan dan ketahanan bangsa, penegakkan hukum dan hubungan luar negari sedangkan JK mempresentasikan penguatan ekonomi masyarakat, kesejahteraan rakyat dan perekat kesatuan bangsa. Maka untuk menggantikan sosok JK itulah mengapa SBY memilih Boediono.

Namun sepertinya Boediono hanya bisa mempresentasikan faktor ekonominya saja yang terdapat pada kapasitas JK, faktor lain yang ada pada JK seperti peran negosiasi dan diplomasinya dalam mendamaikan berbagai kegiatan separatis yang muncul diberbagai daerah (seperti Aceh, Maluku, Poso), naluri dan prediksi JK dalam mengatasi persolan ekonomi bangsa sepertinya belum tergambar dalam sosok Boediono.

7. Faktor Strategi Politik dan Masa Depan Partai  Demokrat

Diambilnya Boediono dari kalangan profesional (non partai) sebagai pendamping SBY,  hal ini  tentunya juga ada kaitannya dengan kalkulasi masa depan partai demokrat.

Kita pahami bersama tumbuh besarnya partai demokrat menjadi partai papan atas dipercaturan politik Indonesia tidak terlepas dari figur SBY, tanpa memperkecil keberadaan pengurus partai demokrat lainnya, bisa dikatakan partai demokrat adalah SBY. Pada pemilu presiden 2009 – 2014 jika SBY dan pasangannya terpilih, maka ini adalah periode terakhir kepemimpinan SBY sebagai Presiden. Tentunya Partai demokrat juga  memperhitungkan masa depan eksistensi dan mempertahankan prestasi partai demokrat pasca 2014 setelah SBY tak akan bisa lagi dicalonkan menjadi Presiden, maka disinilah terjadi kalkulasi politik untuk seorang wakil presiden.

Jika calon wakil presiden diambil dari kalangan partai, bisa jadi untuk pemilu 2014 Partai Demokrat akan berbagi porsi keberhasilan/Citra partai/kegagalan dengan partai dari gerbong sang wakil presiden, maka disini akan terjadi sharing popularitas partai demokrat dengan partai sang wapres, apalagi  jika figur yang akan dijagokan untuk pemilu berikutnya tidak ada figur yang menandingi setara citra SBY.

Jika calon wakil presiden diambil dari kalangan profesional/independen/non partisan, maka partai demokrat akan mendapatkan citra utuh (berhasil/gagal) dari masyarakat  akan eksistensi SBY yang mempresentasikan partai demokrat, maka suara partai demokrat untuk pemilu berikutnya, jika tidak akan merosot paling tidak, tidak akan  berbagi dengan partai sang wapres yang tidak memiliki kendaran partai politik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: